Jangan Sajikan Bubur Ayam Kalau yang Diminta Nasi Goreng

Cara Menyusun Proposal

Bagaimana perasaan Anda, jika pada suatu saat masuk warung makan lalu memesan nasi goreng kemudian oleh pelayan warung ternyata yang disajikan kepada Anda adalah bubur ayam? Tentu saja perasaan Anda akan campur aduk antara bingung, kesal, dan bahkan jika kondisi emosi Anda sedang tinggi, kemungkinan pelayan warung tersebut akan terkena omelan Anda.

Ilustrasi judul dan cerita tersebut di atas adalah analogi yang cukup sederhana tentang filosofi dasar penulisan proposal (teknis dan biaya) dalam suatu proses tender proyek. Secara mendasar dalam suatu proposal haruslah bisa menggambarkan pemahaman kita terhadap proyek yang ditenderkan.

Kembali ke ilustrasi tersebut di atas, antara bubur ayam dan nasi goreng memiliki bahan dasar sama yaitu nasi, tetapi cara membuatnya (metodologi) tentu saja sangat berbeda yaitu direbus (bubur ayam) dan digoreng (nasi goreng). Pada tahapan ini dilihat dari cara membuatnya saja sudah menghasilkan keluaran (output) yang berbeda, meskipun dengan bahan dasar yang sama yaitu nasi. Jika kita tetap memaksakan proses selanjutnya, maka sudah pasti hasil akhirnya akan sangat berbeda pula. Apalagi jika kita tetap menghidangkan bubur ayam tersebut kepada si pemesan makanan yang jelas-jelas memesan nasi goreng, maka hal ini hanya akan menunjukkan ketidaktahuan kita terhadap pekerjaan kita.

Mengacu pada ilustrasi tersebut di atas yang merupakan filosofi dasar penyusunan proposal dalam suatu proses tender proyek, hendaknya pihak konsultan (individu/perusahaan) terlebih dahulu memiliki pemahaman yang benar tentang proyek/kegiatan yang diusulkan. Jika kita merasa belum memahami, sebaiknya kita berkonsultasi dengan narasumber (tenaga ahli) yang terkait dengan proyek tersebut dalam penulisan proposal, sehingga usulan kegiatan dan usulan pembiayaan yang kita ajukan dapat memuaskan panitia tender dan kita dianggap profesional sehingga akan dipertimbangkan dengan nilai khusus sebagai kandidat pemenang tender proyek yang dimaksud.

Sebaliknya jika kita sudah salah dalam memberikan gambaran pemahaman terhadap proyek tersebut, maka kita akan mendapatkan citra yang jelek dari panitia lelang tentang kualitas profesionalisme kita.

Salam Cetta.....

Aritikel-Artikel Terkait Lainnya

  1. Perbedaan Antara Rencana Kerja dan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Proposal Tender
  2. Cermati Kisi-Kisi Penilaian Evaluasi Tender Proyek
  3. Ikuti Aanwijzing, Cermati Berita Acaranya
  4. Sajikan Dokumen Proposal Sebaik Mungkin
  5. Read This Document Carefully
  6. Proposal Teknis - Bagian 5
  7. Proposal Teknis - Bagian 4
  8. Proposal Teknis - Bagian 3
  9. Proposal Teknis - Bagian 2
  10. Proposal Teknis - Bagian 1
  11. Prinsip Dasar Penyusunan Proposal
  12. Penyusunan Proposal
  13. Artikel-Artikel Cetta Lainnya

PrintEmail