• Home
  • Artikel Cetta
  • Cara Mengeksplorasi Kompetensi Perusahaan Dalam Proses Tender Proyek

Proposal Biaya Dalam Dokumen Tender Proyek

Proposal biaya adalah dokumen proposal yang berisikan tentang uraian kebutuhan biaya yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan dokumen proposal teknis. Tidak seperti proposal teknis, proposal biaya secara substansi lebih sederhana karena hanya berisi kebutuhan biaya dan lebih banyak pada rumusan dan penghitungan alokasi biaya.

Seperti telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, suatu proposal biaya harus mengacu pada asas kewajaran yang berarti penyusunannya harus berdasarkan harga-harga yang wajar yang berlaku di daerah tertentu dan pada saat tertentu.

Secara umum dokumen proposal biaya terdiri dari:

  1. Surat penawaran harga dari kegiatan yang diusulkan yang menyebutkan total biaya yang diajukan untuk melaksanakan kegiatan yang diusulkan.
  2. Rangkuman/rekapitulasi dari total biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan yang diusulkan.
  3. Rincian alokasi biaya berdasarkan tahapan dan jenis kegiatan yang dilakukan.

Sedangkan secara substansi proposal biaya menggambarkan alokasi biaya yang digunakan untuk:

  1. Remunerasi (upah/honor/gaji) dan tunjangan operasional (mobilisasi/demobilisasi, transportasi, komunikasi, dsb) dari personil yang dilibatkan dalam kegiatan yang diusulkan tersebut berdasarkan alokasi waktu keterlibatan personil.
  2. Biaya pelaksanaan kegiatan baik yang bersifat pengadaan barang, koordinasi, administrasi, pelaporan dan kegiatan lainnya seperti yang tercantum dalam proposal teknis.
  3. Suatu proposal biaya disajikan dalam bentuk tabulasi (kecuali item no.1) yang didalamnya memuat alokasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan selama periode waktu yang telah ditentukan.

Beberapa item yang perlu dicantumkan dalam menyusun tabulasi alokasi biaya adalah sebagai berikut;

  1. Uraian alokasi biaya. Pada item ini cantumkan substansi alokasi biaya yang digunakan (remunerasi, tunjangan personil, pengadaan barang, administrasi, dsb) yang masing-masing diuraikan menurut sub-item yang diperlukan.
  2. Satuan. Item ini menjelaskan satuan dari item alokasi anggaran, misalnya untuk alokasi remunersi (honor/gaji) satuannya adalah orang hari (OH) atau orang bulan (OB). 
  3. Kuantitas. Item ini menjelaskan jumlah yang dibutukan untuk setiap item kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan.
  4. Harga satuan. Item ini menjelaskan besaran harga untuk setiap satuan (item no.2) yang diperoleh berdasarkan harga yang berlaku di suatu lokasi dan pada periode waktu tertentu. 
  5. Total harga. Item ini diperoleh melalui perkalian antara kuantitas (item no 3) dengan harga satuan (item no.4).

Prinsip dasar yang perlu dipahami dalam menyusun suatu proposal biaya adalah: lakukan survey harga terlebih dahulu di lokasi kegiatan yang diusulkan. Hal ini perlu dilakukan karena antara suatu daerah dengan daerah lainnya pasti memiliki perbedaan dalam hal harga. Selain itu, suatu proposal biaya perlu disusun secara cermat terutama dalam proses penghitungan secara matematik. Jangan sampai proposal biaya yang telah disusun tersebut hanya menyebabkan pihak pelaksana kegiatan mengalami kerugian, sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

PrintEmail